Kampung Naga, kampung adat di Jawa Barat
APA ITU KAMPUNG NAGA
Desa Naga, atau Desa Naga dalam bahasa Indonesia, terletak di wilayah Jawa Barat, Indonesia.
Nama "Naga" sendiri memiliki arti penting dalam berbagai budaya di Asia, khususnya dalam agama Hindu dan Budha.
Dalam bahasa Sansekerta, "Naga" berarti "ular" atau "ular". Dalam mitologi Hindu dan Budha, Naga sering digambarkan sebagai ular atau naga dewa. Mereka dianggap makhluk yang baik hati dan jahat, dengan kemampuan membawa hujan dan kesuburan ke tanah atau menyebabkan banjir dan kekeringan yang merusak.
Ada kemungkinan Desa Naga di Jawa Barat mendapatkan namanya dari penghormatan atau keterkaitannya dengan makhluk mitologi tersebut.
Nama desa ini mungkin diambil dari legenda setempat, ciri-ciri alam yang menyerupai ular, atau peristiwa sejarah yang terkait dengan simbolisme ular.
Namun, tanpa catatan sejarah atau cerita rakyat khusus tentang penamaan Desa Naga, sulit untuk mengetahui asal muasalnya. Legenda lokal, tradisi lisan, atau dokumen sejarah mungkin dapat memberikan lebih banyak wawasan mengapa desa tersebut diberi nama Naga.
PEMANFAATAN SDA DI KAMPUNG NAGA
Pemanfaatan Sumber Daya Alam
1. Pertanian & Perkebunan
2. Pemanfaatan Hutan
Walaupun ada larangan untuk memanfaakan hutan larangan tersebut bermaksudkan agar pemanfaatan dilakukan secara terbatas dan berkelanjutan. Beberapa material yang mereka ambil seperti kayu bakar, daun-daunan, dan bahan lainnya
Apabila melanggar aturan dan budaya yang berlaku biasanya pelanggar akan dikenai sanksi sesuai adat dan aturan yang ada disana.
3. Pemanfaatan Sumber Air
Sumber mata air di Kampung naga berasal dari sungai dan sumber air lainnya disekitar desa, penggunaan nya air ini biasanya digunakan untuk irigasi pertanian, dan kebutuhan rumah tangga lainnya
Pengelolaan Limbah Di Kampung Naga
Pengelolaan limbah disana dikelola oleh aturan dari para petinggi desa agar tetap makmur
1. Limbah Organik
2. Limbah Anorganik
3. Limbah Cair
Transportasi
Transportasi yang ada di kampung naga kebanyakan menggunakan hewan atau mungkin sepeda atau kendaraan beroda dua, untuk menuju ke kampung naga dari daerah Bandung atau Cimahi bisa menggunakan bis transport atau menggunakan motor atau kendaraan lainnya.
Makanan
Kepercayaan
Mata Pencaharian
Mata pencaharian masyarakat Kampung Naga sangat beragam, termasuk:
Petani, Buruh, Pedagang, Pengrajin, Pegawai, PNS, Pemandu.
Sistem jual beli
Sistem jual beli di kampung naga masih mengikuti sistem jual beli yang diturunkan oleh nenek moyang, yakni ialah sistem barter yakni menukarkan barang yang dirasa senilai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing.




Komentar
Posting Komentar